Ketika Lembur Aku Sendirian Di Kantor Bersama Bosku Yang Genit Ena Koume Indo18 Top
"Kenapa buru-buru? Di luar hujan deras," tangan Pak Arya yang lain kini menyentuh ujung meja, jemarinya mengetuk perlahan, mengikuti irama detak jantung Ena yang tidak beraturan. "Bagaimana kalau kita bicarakan soal bonus atau promosi kamu ke depannya? Sambil minum kopi di dalam?"
Satu kata itu. Tapi diucapkan dengan napas hangat di dekat daun telingaku. Kepalaku pusing. Bukan karena lembur. Tapi karena adrenalin dan... sesuatu yang malu kuakui. "Kenapa buru-buru
"Belum sempat, Pak— eh, Andre."