Raka menggaruk kepalanya. Sebagai mahasiswa semester lima di Jurusan Sastra Indonesia, seharusnya ia sudah paham betul soal ini. Tapi malam itu, otaknya bagaikan kertas kosong. Ia bingung membedakan mana kata benda abstrak, mana kata kerja intransitif, dan mana kata sifat yang berfungsi sebagai predikat dalam bahasa Indonesia. Buku-buku referensi di perpustakaan sudah tutup, dan catatan kuliahnya entah kenapa terasa belajar bahasa asing.

Pembahasan meliputi peran afiksasi (me-, di-, ter-, pe-, ke-, -an, -kan) dalam membentuk verba, nomina, dan nomialisasi sifat. Kridalaksana menjelaskan pola produktifitas afiks dalam pembentukan kata turunan dan batas-batasnya.

Di buku teks biasa, keras langsung dianggap adjektiva (kata sifat). Namun, Raka menelusuri jejak pikiran Harimurti di PDF itu. Harimurti menuliskan uji distribusi. Untuk memastikan adjektiva, kata itu harus bisa diingkarkan dengan tidak dan bisa mendapatkan intensitas sangat .